A REVIEW ON SURVEY METHOD

Metode survey merupakan metode yang digunakan pertama kali dalam penelitian pekerjaan sosial. Dimana metode survey ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi orang-orang miskin dengan maksud untuk meyakinkan bahwa pemerintah perlu melakukan tindakan tertentu untuk memperbaiki kondisi mereka. Survei ini dilakukan pertama kali oleh Charles Booth di Inggris. Penelitian survei dapat digunakan dengan tujuan :

1. Penjajagan (eksploratif)

2. Deskriptif

3. Penjelasan (explanatory atau confirmatory), yakni untuk menjelaskan hubungan kausal  dan pengujian hipotesa;

4. Evaluasi,

5. Prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan datang,

6. Penelitian operasional

7. Pengembangan indikator-indikator sosial.

Sebuah survey bukanlah sebuah teknik particular dari sekedar teknik pengumpulan data: kuesioner sering digunakan tapi teknin lain seperti wawancara terstruktur dan mendalam, observasi dan juga analisa isi dapat digunakan dalam metode survey. Perbedaannya hanya pada tampilan data dan metode analisis. (2005:22)

Survey, menurut Baxter (2011) merupakan observasi dan wawancara yang sistematis, yang mempertanyakan apa yang ingin dipertanyakan oleh si peneliti dan juga memberikan range jawaban yang sudah ditentukan. Hal ini mengindikasikan bahwa, survey biasanya diasosiasikan dengan pendekatan ide tentang meneliti sebuah kelompok.

Sementara menurut Nazir, metode survey merupakan penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara factual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, politik dari suatu kelompok atau daerah (1988 : 65). Masih menurut Nazir, metode survey membedah dan menguliti serta mengenal masalah-masalah serta mendapatkan praktek-praktek yang sedang berlangsung. Dalam metode survei juga dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa mendatang.

Kerlinger menyebutkan metode survei dapat diklasifikasikan dalam metode-metode sebagai berikut: mengumpulkan informasi, interview secara personal, kuesioner melalui surat menyurat (email); panel maupun telpon. Wawancara secara personal disebutkan sebagai pendekatan yang paling berguna dan kuat dalam penelitian-penelitian yang menggunakan pendekatan metode survey (2000:600)

Dalam wawancara, informasi factual yang  dikumpulkan dalam survey disebut juga data sosiologis, seperti status pernikahan, pendidikan dan juga pendapatan. Informasi factual lainnya yang didapat termasuk apa yang responden pahami tentang suatu obyek ataupun subyek, tentang apa yang dilakukan di masa lalu maupun yang dilakukan saat ini (2000:602).

Dalam metode survey dibutuhkan keseimbangan antara teori dan penelitian. Penekanan dalam penggunaan teori akan menetukan observasi dan juga evaluasi dari hasil observasi yang akan sangat membedakan dari pemahaman secara umum. Meski tidak selalu digunakan secara praktek universal. Perspektif teori yang umum digunakan adalah perspektif-perspektif sosiologis, diantaranya; teori interaksi simbolik, teori pembelajaran sosial, structural fungsionalism, teori feminis, Marxism, teori Webberian,teori konflik, dan teori pertukaran sosial (2005: 17)

KESULITAN-KESULITAN DI LAPANGAN

Dalam penelitian survei, kesulitannya yang didapat, menurut Blaxter terdapat pada pengembalian data, terlebih bila penelitian dilakukan melalui postal surat menyurat. Berikut dicontohkan sebuah penelitian di Inggris yang melakukan survey terhadap sampel 2777 responden yang terdaftar sebagai pemilih tetap pada tahun 2000. Kuesioner dikirimkan melalui pos per propinsi. Survey diadakan sekitar Oktober 2002 hingga Februari 2003. Sampel tereduksi menjadi 2489, karena 288 orang telah meninggal atau telah pindah daerah. Sekitar 1187 (48%) melengkapi kuesioner, sementara 75 responden (3%) menolak mengisi, sisanya, 1227 responden (49%) tidak merespon kuesioner (2011:79).

Meskipun realitas di atas tidak dapat diminimalkan ataupun dihindari. Namun ada baiknya peneliti dapat mengelola pertanyaan-pertanyaan survey dengan baik. Pertanyaan survei yang baik dapat menjaring informasi yang lebih tepat, ciri-cirinya:

  • Jelas dan menggunakan bahasa yang sederhana
  • Padat
  • Spesifik
  • Bisa dijawab
  • Memiliki relevansi dengan responden
  • Tidak menggunakan kalimat negatif
  • Hindari menggunakan terminology yang bias


KELEBIHAN DAN KETERBATASAN

Menurut Wimmer dan Dominick (2003: 167-168), kelebihan survei yaitu:

  • Dapat digunakan untuk melakukan investigasi masalah dalam setting yang alamiah tanpa harus dilakukan dalam laboratorium atau melalui perancangan suatu kondisi tertentu. Karenanya, survei dapat menguji pola-pola perilaku bermedia, seperti membaca surat kabar, menonton televisi, mendengarkan radio, dan sebagainya.
  • Dari sisi pembiayaan, survei paling masuk akal karena dapat disesuaikan dengan jangkauan informasi yang ingin dikumpulkan.
  • Data yang luas dapat dikumpulkan dari responden yang bervariasi dengan cara yang relatif mudah, sebab survei memperbolehkan peneliti memilih dan menguji sejumlah variabel. Peneliti juga dapat menggunakan beragam statistik untuk menganalisis data.
  • Survei tidak dihalangi oleh batas-batas gegografi dan dapat dilakukan di mana saja, tergantung kepentingan dan sumber daya yang dimiliki oleh peneliti.
  • Data yang telah ada di lapangan memberikan kemudahan survei, seperti dokumen-dokumen pemerintah, data sensus, rating media, dan sebagainya.

Sementara itu sejumlah keterbatasannya, yaitu:

  • Variabel independen tidak dapat dimanipulasi seperti halnya metode eksperimental. Tanpa kontrol pada variabel independen, peneliti tidak dapat meyakini sepenuhnya apakah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen memiliki hubungan sebab akibat (causal) atau bukan (noncausal). Survei hanya mampu memproyeksikan ada-tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut, sebab untuk menilai hubungan sebab akibat (causal linked) terdapat sejumlah variabel yang kemungkinan berada di antara keduanya.
  • Instrumen kuesioner memiliki potensi bias yang cukup besar karena pertanyaan yang tertuang di dalamnya tidak selalu menampung persoalan penelitian. Selain itu, ada kemungkinan kuesioner dipahami secara berbeda oleh responden.
  • Ada kemungkinan responden yang terlibat dalam survei tidak sesuai dengan karakteristik sampel  yang dituju. Misalnya, dalam wawancara melalui telepon, responden bisa saja mengklaim dirinya berkesesuaian dengan karakteristik tertentu (umur, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya).
  • Beberapa survei dukup sulit dilakukan, terutama terkait dengan kesediaan berpartisipasi.
  • Survei tak cukup fleksibel menangkap sejumlah perbedaan atau perubahan sosial yang terjadi karena tidak mampu diprediksi sebelumnya oleh peneliti.
  • Survei mensyaratkan kerangka operasional yang ketat, sedangkan tidak semua fenomena dapat diukur atau terukur sehingga  survei tidak bisa menjangkau semua persoalan.
  • Survei terlalu mengandalkan statistik sehinga mereduksi data-data kualitatif yang sebenarnya dapat memperkaya penjelasan sebuah persoalan.

Sedangkan menurut Blaxter, Tight dan Hughes (2011:80) kelebihan dari metode survey adalah:

  • Survey merepresentasikan hasil secara umum.
  • Data dari penelitian survey relative lebih mudah untuk dikelola saat analisa data.
  • Sangat dimungkinkan survey dapat diulang di masa depan dengan settingan berbeda dan dibuat perbandingannya.
  • Bila didapat respon yang baik dari responden, maka akan didapat hasil yang lebih cepat.

Sementara kekurangannya yaitu:

  • Semua data statistic menjadi focus utama dalam penelitian, dan bisa menjadi kehilangan hubungan dengan teori dan isu-isu terkait serta terkini.
  • Data lebih menitikberatkan pada poin waktu daripada proses dan perubahan, terkait dengan isu-isu sosial.
  • Peneliti seringnya tidak berada di posisi pertama yang memeriksa pemahaman responden, sehingga menimbulkan isu perdebatan di wilayah kebenaran dan akurasi data.
  • Survey lebih dilandasi oleh keluasan data daripada kedalaman data untuk validasinya. Sehingga ini dapat menjadi isu yang krusial untuk peneliti dengan skala kecil.

Berdasar pada pandangan lama milik Karl Popper, survey lebih menonjol untuk kepentingan-kepentingan praktis, baik politik ataupun bisnis. Sementara untuk kepentingan pengembangan ilmu, arahnya untuk mengukuhkan atau meragukan kebenaran dari sebuah landasan teori.

REFERENSI

Singletary, Michael. Stone, Gerald. 1988. Communication Theory and Research Application. Iowa State University Press. Iowa.

Suparmoko, M. 1999. Metode Penelitian Praktis Untuk Ilmu Sosial. BRFE Yogyakarta. Yogyakarta

Koentjaraningrat. 1997. Metode Penelitian Masyarakat. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Kerlinger, Fred N. Lee, Howard B. 2000. Foundation of Behavioral Research. Harcourt College Publisher. Orlando, FL.

Malo, Mannase Dr. 1986. Metode Penelitian Sosial. Penerbit Karunika, Universitas Terbuka. Jakarta.

Blaxter, Lorraine. Hughes, Christina. Tight, Malcolm. 2011. How To Research 4th Ed. McGraw Hills Companies. New York.

Singarimbun, Masri. 1982. Metode Penelitian Survey. LB3ES. Jakarta.

Babbie, Earl R. 1975. The Practice of Social Research. Wadsworth Publishing Company Inc. California.

Hamidi. 2010. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. UMM Press. Malang.

Nazir, Moh. 1985. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Rakhmat, Jalaludin. 2007. Metode Penelitian Komunikasi. Remaja Rosdakarya, PT. Bandung.

Vaus, D.A De. 2005. Surveys in Social Research. Allen and Unwin. Australia.

Singh, Kultar. 2007. Quantitative Social Research Methods. Sage Publications. India.

Wimmer & Dominic. 2003. Mass Media Research: An Introducrion. Boston: Wardsword. USA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s