Analisa Komparatif Tentang Evolusi Media

Untuk memahami media dari perspektif manapun, konvergensi media misalnya, secara utuh sangatlah dibutuhkan untuk mengetahui perspektif historiknya. Menurut beberapa ahli sejarah media, terdapat sebuah konsep evolusi pada media. Beberapa diantaranya, seperti Alvin Toffler ataupun Marshall McLuhan.

Menurut Alvin Toffler terdapat tiga tahapan penting dalam evolusi media, yakni agricultural, industrial dan terakhir masyarakat informasi. Sebelum membahas ketiga tahapan di atas,perlu sejenak mengetahui tentang preagricultural society. Dimana sebagian besar masyarakatnya hidup dalam kelompok kecil sebagai pemburu. Tradisi berkomunikasi pada era ini adalah komunikasi oral dan bertransmisi dari satu generasi ke generasi selanjutnya dan bertahan pada masyarakat kontemporer. Misalnya pada masyarakat buta huruf, yang bahkan tidak bisa membaca tanda atau marka jalan.

  1. Agricultural society

Dalam perekonomian masyarakat agrikultur, kebanyakan pekerjaan yang bisa ditemukan adalah pertanian ataupun peternakan. Masyarakat pada tahapan ini lebih kompleks dibandingkan pre-agricultural, sehingga perhatian pada komunikasi jauh lebih besar. Di masa ini korespondensi sudah dimulai. Masyarakat agricultural dan komunikasi tulis dimulai sejak 4000 SM. Bahkan hingga tahun 1900 AS masih memiliki perekonomian agricultural. Saat ini hanya 2% dari sekian masyarakat AS masih menerapkan system agricultural, sedangkan di beberapa Negara yang masih merupakan Negara berkembang menerapkan ekonomi agrikulktural.

  1. Industrial society

Di dalam revolusi industry terkenal dengan era penemuan mesin uap oleh Thomas Newcomen. Namun pada tataran komunikasi, penemuan alat publikasi pertama oleh Johannes Gutenberg merupakan tonggak yang penting. Karena penemuan ini secara dramatis meningkatkan kecepatan produksi buku, mengurangi waktu untuk menerapkan metode hand copying. Sekarang ribuan copy buku dapat dicetak dengan murah. Dan produksi massa untuk audience lebih besar juga dapat dicetak. Pendeknya, penemuan besar dari Gutenberg mempengaruhi era revolusi industry. Hampir semua barang dapat diproduksi di pabrik. Produksi industry biasanya ditempatkan di kota besar dan dipicui oleh migrasi massa yang besar dari desa ke kota. Pada tahun 1910 AS telah menjadi masyarakat industri. Tahapan kedua ini lebih berbudaya produk massa, pendidikan massa, komunikasi massa dan media massa, budaya Iptek tumbuh dengan pesat, terjadi urbanisasi dan pembangunan kota besar, penggunaan energi yang tidak dapat diperbaharui dan polusi yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup

  1. Information society

Sejak media merefleksikan status ekonomi dari sebuah masyarakat, bukanlah suatu kejutan lagi bila kemudian ada media dominan di era masyarakat informasi yang membantu untuk menciptakan, menyediakan, dan memproses informasi yaitu computer. Konversi dari semua media menjadi bentuk informasi dalam format computer biasa disebuat sebagai konvergensi dari media lama ke media baru. Media computer mentransformasi pengalaman bermedia massa menjadi lebih interaktif dan sarat dengan fitur multimedia. Sehingga lebih memikat audience secara massa maupun individual. Fase  ketiga ini juga disebut sebagai Sintesa dari fase pertama (tesa) dan fase kedua (antitesa). Dalam fase ketiga ini kadang disebut sebagai Knowledge Age, dengan digunakannya satelit telekomunikasi, kabel optik dalam jaringan internet, masyarakat mampu berkomunikasi online.

—– mari kita bandingkan dengan pemikiran McLuhan dengan evolusi media versinya.

Mc Luhan dalam Little John membagi fase perkembangan komunikasi menjadi empat bagian, yaitu Tribal Age, Literate Age, Print Age, dan Electronic Age.

  1. Tribal Age, Menurut McLuhan, pada era purba atau era suku zaman dahulu, manusia hanya mengandalkan indera pendengaran dalam berkomunikasi. Komunikasi pada era itu hanya mendasarkan diri pada narasi, cerita, dongeng tuturan, dan sejenisnya..
  2. The Age of Literacy.  Dalam periode ini fonetik alfabet menjadi bagian utama dalam perkembangan komunikasi manusia. Malah menurut pandangan Mc Luhan fonetik alfabet ini menjadi bahan yang sangat penting dalam perkembangan matematika, sains maupun filosofi pada masa kejayaan Yunani. Semenjak ditemukannya alfabet atau huruf, maka cara manusia berkomunikasi banyak berubah. Indera penglihatan kemudian menjadi dominan di era ini, mengalahkan indera pendengaran. Manusia berkomunikasi tidak lagi mengandalkan tuturan, tapi lebih kepada tulisan.
  3. The Print Age. dianggap sebagai prototype dari revolusi industri yang terjadi di belahan dunia. Penemuan mesin cetak mengakibatkan kemajuan dibidang (media) komunikasi manusia. Sejak ditemukannya mesin cetak menjadikan alfabet semakin menyebarluas ke penjuru dunia. Kekuatan kata-kata melalui mesin cetak tersebut semakin merajalela. Kehadiran mesin cetak, dan kemudian media cetak, menjadikan manusia lebih bebas lagi untuk berkomunikasi.
  4. The Electronic Age. Era ini juga diwakili oleh munculnya telegraf sederhana pertama yang memicu produk-produk komunikasi yang berbasis elektronik dan komputerisasi secara lebih mengejutkan menandai ditemukannya berbagai macam alat atau teknologi komunikasi. Telegram, telpon, radio, film, televisi, VCR, fax, komputer, dan internet. Kecanggihan teknologi komunikasi ini memberikan kemudahan tersendiri bagi proses komunikasi manusia Manusia kemudian menjadi hidup di dalam apa yang disebut sebagai “global village”. Media massa pada era ini mampu membawa manusia mampu untuk bersentuhan dengan manusia yang lainnya kapan saja, dimana saja.

—– sebenarnya bila kita bandingkan per domain dari masing-masing fase, tahapan masyarakat dalam konteks perekonomian maupun komunikasi kurang lebih terdapat persamaan.hanya saja McLuhan lebih memberikan detail dalam perkembangan masyarakat ketika mereka tak lagi berkomunikasi secara lisan, namun mulai mengenal huruf. McLuhan juga lebih memperkenalkan konsep-konsep dalam perspektif komunikasi ketika dia mengemukakan gagasan global village yang menurutnya terjadi di era Electronic Age. Sebenarnya pada pembagian era atau tahapan, McLuhan seolah membandingkan antara media tradisional dan media modern (media elektronik). Sementara Toffler, mengerucut pada diskusi tentang bagaimana komunikasi yang terjadi pada tataran masyarakat pasti akan juga menentukan perekonomian yang dianut oleh masyarakat tersebut.

 

Referensi:

Stephen W. Little John. 2009. Encyclopedia of Communication Theory. Sage Publication. Singapore.

Joseph Straubhaar. 2002. Media Now: Communications Media in Information Age. Wadsworth Canada.

Griffin, Em. 2009. A First Look at Communication Theory 7th Ed. The McGraw –Hill Print. New York.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s