Realitas Media Massa – Niklas Luhmann

Ada banyak cara memandang masyarakat. Ada yang melihat masyarakat sebagai teks yang bisa diubah dengan kapasitas kebebasan dari manusia sebagai agensi. Ada pula yang melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang punya pergerakan logisnya sendiri, dan terlepas dari kapasitas aktif manusia yang ada di dalamnya. Niklas Luhmann berada di posisi yang kedua. Teori sistemnya mengajak untuk berpikir tentang makna kesadaran, makna kebebasan, serta makna komunikasi, tanpa menghilangkan bobot emansipasinya.

Tulisan Luhmann tentang teori system tak bisa dilepaskan dari buku realitas media massa . Buku ini seperti memperluas pembahasan tentang teori system di dalam lingkup atau konteks komunikasi. 4 bab awal dalam buku realitas media massa ini yang membahas tentang diferensiasi sebagai realitas ganda, referensi diri & referensi lainnya, pengkodean serta system khusus universalisme memiliki keterkaitan yang besar.

Di awal, Luhmann mempertanyakan parahnya kondisi masyarakat hingga selalu membutuhkan media untuk bercermin. Luhmann mencermati fenomena di masyarakat yang mengetahui segala bentuk realitas dari media massa, padahal sumbernya belum tentu terpercaya. Karena ditengarai ada bentuk-bentuk manipulasi realita atau yang sering disebut sebagai konsepsi konstruksi media atas realita.

Media massa, menurut Luhmann memiliki system beroperasi sendiri, semisal dicetak atau disiarkan. Namun media massa bukan sekedar deretan pengerjaan, tapi juga merupakan pengerjaan observasi atau pengamatan. Disini dimaksudkan, untuk memahami media, maka audience harus mengamati apa yang telah atau sedang diamati oleh media, sebagai observer kedua dari sebuah realitas. Inilah yang dimaksudkan dengan realitas ganda.

Lebih jauh, untuk melakukan pengamatan pada system media tersebut dibutuhkanlah pembeda dari sebuah referensi diri dan referensi lain-lainnya untuk menciptakan batasan untuk pada system yang tertutup tersebut. Kemudian, apakah “diri” dan “lainnya” yang dimaksudkan disini? Luhmann menekankan bahwa hubungan antara media massa dan individu dengan memberikan pernyataan “the reality of the mass media is the reality of second order observation”. Luhmann menandaskan hubungan antara pengamatan dengan diri// lainnya dengan pernyataan “every observation has to work with the distinction of self-reference and other-reference and must fill the functional position that is other-reference with some kind of content”

Sistem dari media massa merupakan seperangkat rekursif (istilah yang sangat matematika) yang mengarah pada proses pendefinisian obyek dengan menggunakan diri sendiri sebagai cerminan. Sistem media massa juga disebut sebagai , program komunikasi yang mengacu pada diri-sendiri, dimana fungsinya tidak ditentukan oleh nilai-nilai kebenaran, obyektifitas, atau pengetahuan. Tidak juga ditentukan oleh kepentingan sosial atau politik tertentu.

Luhmann juga menandaskan bahwa sistem media massa diatur oleh informasi informasi kode internal / non internal, yang memungkinkan sistem untuk memilih informasi atau berita yang berasal dari lingkungan sendiri dan untuk mengkomunikasikan informasi ini sesuai dengan kriteria sendiri yang refleksif. Informasi yang dikirim dari pengirim kepada penerima belum tentu merupakan informasi yang sama. Kesamaan informasi yang didapat kedua belah pihak baru akan bisa dinilai dari proses komunikasi yang terjadi.

Meskipun memiliki kualitas yang mengacu pada diri sendiri, Luhmann menggambarkan media massa sebagai salah satu sistem kognitif utama masyarakat modern, sehingga masyarakat dapat membangun ilusi realitas sendiri. Realitas media massa, menurutnya, memungkinkan masyarakat untuk memproses informasi tanpa mendestabilisasi peran sosial atau aktor sosial. Ini membentuk wadah penyimpanan yang luas (memori) untuk koordinasi tindakan ke depan, dan menyediakan parameter untuk stabilisasi reproduksi politik masyarakat, karena menghasilkan deskripsi-diri terus menerus,

Cara pembacaan untuk bab-bab ini tak bisa dilepaskan dari bab teori system sebelumnya. Yang memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang bersifat autopoiesis (self-creation). Artinya, masyarakat adalah sistem yang bersifat cukup diri, dan mampu membentuk serta mereproduksi dirinya sendiri, lepas dari pengaruh individu-individu yang ada di dalamnya.

Luhmann memandang komunikasi sebagai elemen utama pembentuk sistem. Komunikasi merupakan kondisi-kondisi yang memungkinkan adanya sistem. Komunikasi disini diartikan sebagai gerak niscaya yang membentuk sistem. Pemikiran Luhman memang sangat matematis dan relevan dengan ilmu-ilmu sains lainnya, spt fisika dan biologi (dalam memandang system). Hal ini juga kemudian mengikuti cara pandangnya akan realitas media massa. Gagasan Luhmann yang mendasarkan pada teori-teori sains terkadang membingungkan (seperti self referential, memandang system spt system dlm konteks biologi). Luhmann seperti terlalu asyik sendiri dalam imajinernya tentang kenyataan akan sebuah seistem sosial yang tersentral pada komunikasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s